Hari Terakhir Tahap Pembelajaran Berbasis Audio Visual, Peserta P2P Bawaslu Barru Terima Enam Materi Pengawasan
|
Barru, Badan Pengawas Pemilihan Umum — Tahap pembelajaran berbasis audio visual menjadi salah satu agenda strategis dalam pelaksanaan Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) yang diselenggarakan oleh Bawaslu Republik Indonesia. Pada tahapan ini, peserta P2P dari Kabupaten Barru mendapatkan sajian materi secara interaktif untuk memperkuat kapasitas mereka dalam pengawasan pemilu secara inklusif dan partisipatif.
Selama lima hari pelaksanaan, peserta mengikuti enam materi pokok yang dirancang untuk memperluas wawasan dan keterampilan pengawasan, meliputi:
- Pencegahan Pelanggaran dan Penanganan Sengketa Proses Pemilu
- Mekanisme Pelaporan Dugaan Pelanggaran Pemilu
- Penyelesaian Sengketa Proses Pemilu
- Pengembangan Gerakan Pengawasan Partisipatif
- Penguatan Jaringan dan Kolaborasi Komunitas
- Pengawasan Partisipatif Berbasis Teknologi Digital
Koordinator Divisi Hukum, Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Humas (HPPH) Bawaslu Kabupaten Barru, Mastang, S.Pd.I, menyampaikan bahwa metode pembelajaran audio visual merupakan pendekatan inovatif yang memadukan teori dengan praktik nyata.
“Pembelajaran berbasis audio visual memberikan pengalaman berbeda bagi peserta. Mereka tidak hanya memahami konsep pengawasan, tetapi juga melihat langsung simulasi situasi di lapangan. Metode ini jauh lebih mudah diterima serta mendorong partisipasi aktif,” ujar Mastang.
Ia juga menegaskan bahwa peserta P2P memiliki peran penting sebagai agent of control di tingkat masyarakat dan diharapkan mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi serta dinamika pemilu ke depan.
“Kami berharap peserta menjadi mitra strategis Bawaslu—aktif mencegah pelanggaran, memahami dinamika politik lokal, serta memanfaatkan teknologi digital sebagai alat pengawasan modern dan transparan,” tambahnya.
Sementara itu, salah satu peserta P2P, Nursyamsu, memberikan testimoninya terkait metode pembelajaran yang diterapkan. Menurutnya, penggunaan media audio visual sangat membantu pemahaman materi.
“Materinya dikemas menarik dan mudah dipahami. Melalui video dan simulasi, kami dapat melihat contoh nyata di lapangan sehingga lebih siap ketika terjun langsung di masyarakat. Ini sangat bermanfaat bagi kami sebagai calon pengawas partisipatif,” ungkap Nursyamsu.
Tahapan audio visual ini menandai berakhirnya rangkaian pembelajaran tahap awal P2P Bawaslu Kabupaten Barru. Selanjutnya, peserta akan memasuki tahap pembelajaran modul untuk memperdalam pemahaman dan mengasah keterampilan pengawasan secara mandiri.
Penulis dan Editor: Andi Muh. Irvandi
Foto: Humas Bawaslu Barru