MAKASSAR MASUK ZONA RAWAN Pilkada 2020
|
Jakarta, Badan Pengawas Pemilihan Umum - Sebagai langkah pencegahan potensi pelanggaran, Bawaslu telah mengumumkan Indeks Kerawaan Pemilihan Umum (IKP) Kepala Daerah tahun 2020. Dari data keseluruhan, IKP ada di level 6 dengan persentase 51,65%.
\n\n\n\nDi daerah Sulawesi Selatan sendiri, Kota Makassar masuk dalam Kabupaten/Kota dengan skor dan level tertinggi IKPnya. Makassar ada diurutan ketiga dengan persentase IKP 74.94%, lalu kedua Kabupaten Mamuju dengan persentase IKP 78.01% lalu pertama ada Kabupaten Manokwari dengan persentase IKP 80.89%.
\n\n\n\nMenanggapi hal tersebut, Koordinator Humas dan Hubungan Antar Lembaga (Hubal) Bawaslu Sulsel Saiful Jihad mengatakan akan melakukan koordinasi dengan instansi terkait untuk memaksimalkan upaya pencegahan.
\n\n\n\nHasil IKP ini akan menjadi acuan bagi kami untuk melakukan kegiatan dan tindakan pencegahan, serta berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memaksimalkan upaya pencegahan potensi pelanggaran," kata Saiful Jihad, Selasa (25/2).
\n\n\n\nMeski begitu, kata Saiful, hasil indikator dari IKP tersebut merupakan langkah antisipasi awal untuk mengidentifikasi bentuk-bentuk kerawanan yang mungkin terjadi.
\n\n\n\n"Hasil ini bukan bermaksud sekedar membuat ranking daerah rawan, tetapi pada hakikatnya untuk mengidentifikasi bentuk kerawanan yang mungkin terjadi dengan berkaca pada Pemilu dan Pilkada sebelumnya," jelasnya.
\n\n\n\nSaiful mengatakan IKP harus dilihat sebagai alat pencegahan. "Makassar yang dianggap daerah yang memiliki tingkat kerawanan tinggi di Sulsel, bukan berarti daerah lain lebih aman. Karena semua daerah memilih potensi kerawanan yang mesti diantisipasi, mesti dilakukan tindakan pencegahan secara bersama-sama oleh semua pihak," tambahnya.
\n"